Cara Budidaya Menanam Anggrek Serta Analisa Usaha

Cara Budidaya Menanam Anggrek Serta Analisa Usaha | usahakreatif.net – Budidaya anggrek menjadi salah satu jenis budidaya tanaman hias yang banyak diminati oleh para penggemar bunga. Dengan keindahan warnanya, bunga ini termasuk bunga kelas tinggi yang begitu indah.

Anggrek memiliki bentuk dan corak bunga yang beraneka ragam. Karena keindahan bentuk dan warnanya ini banyak dikoleksi oleh para penghobi bunga.

Tanaman anggrek merupakan tipe tanaman yang memiliki kecepatan tumbuh relatif lambat, tergantung dari jenis anggrek dan pemeliharaan anggrek itu sendiri.

Untuk memulai budidaya anggrek, Anda harus tahu beberapa hal, mulai dari pembibitan hingga penanggulangan hama.


Baca Juga:

    Cara Budidaya Menanam Anggrek Serta Analisa Usaha

    Cara Budidaya Anggrek Serta Analisa Usaha

    #1. Persiapan Bibit Anggrek

    Pemilihan bibit unggul merupakan hal yang penting agar anggrek sering berbunga. Salah dalam memilih bibit bisa berdampak pada kualitas anggrek yang jelek, bunga yang dihasilkan tidak bagus, mudah layu dan rontok. Terkadang pembungaan pun lebih lama dan bahkan jarang berbunga.

    Ciri-ciri bibit unggul anggrek diantaranya memiliki karakteristik :

    • Indukan anggrek memiliki jumlah bunga yang banyak.
    • Memiliki bunga yang berwarna cerah
    • Bunga tidak mudah layu
    • Ukuran bunga cenderung besar

    #2. Jenis Bibit Tanaman Anggrek

    Bibit Botol

    Bibit anggrek didalam botol dimaksudkan agar mudah untuk mendistribusikannya, selain itu juga agar tetap steril. Bibit dalam botol ini adalah hasil semai biji anggrek atau hasil cloning dari kultur jaringan anggrek indukan, namun bibit botol ini sangat halus dan mudah sekali rusak.

    Bibit ini mempunyai kelebihan yaitu harganya relalif murah, namun memiliki resiko kematian yang cukup besar. Biasanya jumlah bibit didalamnya bisa mencapai 50 bibit.

    Bibit jenis ini masih berumur sangat muda, jadi pembeli harus bersabar menunggu waktu sampai berbunga yaitu sekitar 2 tahun. Namun bibit ini menjadi pilihan yang tepat bagi yang ingin menanam anggrek untuk tujuan komersil atau dijual kembali, sehingga modal yang dikeluarkan tidak terlalu besar.

    Cara Budidaya Anggrek Serta Analisa Usaha bibit tanaman anggrek dalam botol

    Bibit Anggrek Botol [img source]

    Yang perlu diperhatikan saat membeli bibit dalam botol adalah :

    • Pilih bibit yang medianya bersih, tidak terkontaminasi jamur atau bakteri.
    • Pilih bibit yang sudah siap ditanam/dikelurkan dari botol.
    • Pilih yang segel botolnya tidak rusak.

    Bibit Kompot

    Kompot merupakan singkatan dari komuniti pot. Bibit kompot adalah gabungan banyak bibit tanaman anggrek yang ditanam dalam satu pot. Bibit ini merupakan hasil pemindahan pertama dari bibit dalam botol.

    Cara Budidaya Anggrek Serta Analisa Usaha bibit tanaman anggrek dalam kompot

    Bibit Anggrek Kompot [img source]

    Bibit kompot mempunyai kelebihan yaitu selain harganya yang masih murah, juga mempunyai resiko kematian yang lebih rendah dibanding bibit botol. Sangat cocok bagi pembeli yang akan membuka usaha penjualan tanaman anggrek. Dalam satu kompot biasanya terdiri dari 30 bibit.

    Hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan bibit ini adalah :

    • Tanaman anggrek dalam satu pot tersebut mempunyai keseragaman yang tinggi (>80%).
    • Pilih tanaman anggrek yang sudah mempunyai akar banyak dan kuat.
    • Pilih pot bibit yang tidak berlumut atau belum ditumbuhi oleh lumut. Pot yang berlumut menandakan bahwa bibit tersebut kurang perawatan atau bibit tersebut sebenarnya sudah tua, sudah terlalu lama di dalam kompot.

    Bibit Tanaman Muda

    Yang termasuk dalam kategori ini adalah tanaman anggrek yang belum pernah berbunga namun tanaman sudah dalam pot secara sendiri-sendiri. Bibit jenis ini hasil merupakan hasil dari pemindahan bibit kompot yang dirawat dengan baik. Namun harganya relatif lebih lebih mahal, tergantung jenis tanaman anggreknya maupun corak bunganya.

    Cara Budidaya Anggrek Serta Analisa Usaha

    Bibit Anggrek Muda [img source]

    Bibit jenis ini lebih cocok untuk para pencinta anggrek, dengan perawatan yang tidak terlalu lama, namun sudah bisa menikmati hasil bunganya. Sebenarnya cocok juga untuk pengusaha rental tanaman hias agar mendapatkan variasi bunga yang lebih banyak dan modal yang dikeluarkan pun belum terlalu mahal.

    Yang perlu diperhatikan dalam memilih bibit ini adalah pilih bibit tanaman anggrek yang sudah siap berbunga. Batang dan perakarannya kuat dan tidak goyang. Bila batang goyang, artinya tanaman anggrek tersebut baru dipindahtanamkan atau akarnya belum tumbuh banyak. Pilih daun yang sehat, berwarna hijau cerah, lebar dan tebal. Ketebalan daun menandakan asupan nutrisi yang baik pada tanaman anggrek tersebut.

    #3. Persiapan Lokasi Penanaman Anggrek

    Selain memilih bibit, Anda juga perlu mempertimbangkan lokasi penanaman anggrek. Lokasi yang cocok untuk penanaman anggrek adalah lokasi yang sesuai dengan habitat aslinya. Untuk menyiasati ini, Anda perlu memasang naungan (paranet) untuk menjaga kelembaban suhu di sekitar anggrek.

    Agar tanaman anggrek sering berbunga, perlu diperhatikan cara penyusunan tanamannya. Sangat disarankan penyusunan anggrek menggunakan rak-rak yang diletakkan secara mendatar dengan ketinggian 1 meter dan usahakan jangan meletakkannya berjenjang, karena akan mengganggu sirkulasi udara.

    Tanaman anggrek membutuhkan kelembaban udara sekitar 60-80%. Agar kelembabannya terjaga, Anda dapat membuat sebuah kolam/kabut di bawah rak-rak dimana anggrek ditanam.

    #4. Teknik Penanaman Anggrek

    Budidaya anggrek pada umumnya menggunakan pot yang berbahan dasar tanah liat dengan media tanam arang. Ini karena pot tanah memiliki keunggulan seperti tidak panas dan dapat merembeskan air saat menyiram anggrek. Selain menggunakan media tanam arang, Anda juga bisa menggunakan pakis atau pecahan bata dan genting.

    Untuk penanaman bibit anggrek yang baru keluar dari botol, harus memakai pakis lembut dan arang kayu yang telah dipanaskan agar steril dari bakteri dan hewan lainnya.

    Bibit dari botol dikeluarkan secara perlahan, lalu ditanam dalam kompot dengan media tanam arang kayu, namun bagian atasnya diberi pakis lembut. Cara ini difokuskan pada akar bibit anggrek agar tertutup pakis dan tetap lembab. Bibit yang ada di kompot dibiarkan selama sekitar 1 hingga 2 bulan baru dipindahkan ke pot tunggal. Penanaman pada pot tunggal ini dilakukan satu per satu dalam satu pot tanah.

    Penamanan bibit anggrek yang sudah berusia remaja (sekitar 6 bulan) sama halnya dengan penanaman bibit anggrek botolan, hanya saja sudah menggunakan pakis kasar yang dicampur dengan arang kayu dengan perbandingan 1 : 2. Namun akan lebih baik lagi jika ditanam dengan media arang saja karena arang kayu memiliki beberapa keunggulan diantaranya mampu mendorong pembentukan akar baru, aerasi dan drainase yang baik. Selain itu, mampu menyimpan air dengan baik, tidak mudah lapuk dan berjamur, serta tidak mengandung zat berbahaya bagi tanaman anggrek.

    Dalam membudidayakan anggrek, Anda perlu memerhatikan sifat-sifat anggrek sehingga media tanam yang digunakan sesuai dengan habitat aslinya.

    Adapun klasifikasi anggrek menurut sifat hidupnya adalah sebagai berikut :

    • Anggrek Ephythis
      Jenis anggrek yang hidupnya numpang pada batang/pohon lain. Akan tetapi tidak merusak atau merugikan pohon yang ditumpanginya. Alat yang digunakan untuk menempel yakni akarnya untuk mencari makanan.
    • Anggrek Semi Ephythis
      Jenis anggrek ini menempel pada pohon atau tanaman lain yang tidak merusak pohon atau tanaman yang ditumpanginya. Jenis anggrek ini akarnya lekat pada pohon yang juga berfungsi seperti akar udara yaitu sekaligus sebagai alat untuk mencari makanan agar berkembang.
    • Anggrek Terrestris
      Anggrek jenis ini adalah anggrek yang mampu hidup di tanah (media tanamnya tanah).

    #5. Pengendalian Hama Anggrek

    Hama pada anggrek biasanya berupa hewan-hewan kecil seperti serangga, kutu, tungau, ulat, dan semut dan lain-lain. Sedangkan yang berukuran lebih besar yaitu keong dan siput. Hama-hama tersebut merusak tanaman anggrek dengan cara mengisap cairan tanaman atau memakan bagian tanaman. Serangan hama akan merusak penampilan tanaman, bahkan dapat menyebabkan kematian.

    Oleh karena jenis hama terdiri dari kelompok insekta, moluska, dan kutu maka untuk membasmi hama anggrek gunakan insektisida, akarisida, dan molusida. Lakukan pengamatan setiap hari guna mencegah serangan hama penyakit. Bersihkan kotoran, gulma maupun daun-daun yang ada di pot.

    Cara Budidaya Anggrek Serta Analisa Usaha hama thrips pada anggrek

    Hama Thrips

    Hama Thrips pada tanaman anggrek bisa mengakibatkan pertumbuhan anggrek menjadi terhambat, kuntum bunga rontok, dan daun berwarna keperakan. Thrips bisa diberantas dengan insektisida, seperti Malathion, Bayrusil, Kelthane, dan Dursban dengan dosis 0,1-0,2% atau sesuai anjuran.

    Penyemprotan insektisida dilakukan 1-2 kali seminggu, tergantung pada tingkat serangannya. Waktu penyemprotan dilakukan pada pukul 06.00-07.00 atau pukul 17.00-18.00 WIB.

    Cara Budidaya Anggrek Serta Analisa Usaha hama kutu daun pada anggrek

    Kutu Daun

    Kutu daun pada saatu masih muda berwarna hijau dan akan berubah menjadi warna cokelat tua sampai hitam bila sudah dewasa. Kutu hijau menyerang tanaman anggrek dengan cara mengisap cairan daun dan ranting yang masih hijau sehingga menyebabkan daun menguning dan mengering. Kutu hijau biasanya menggerombol dan tinggal di permukaan bawah daun, terutama pada tulang daun.

    Jenis hama ini dapat dibasmi dengan insektisida, seperti Bayrusil, Orthane, Malathion, dan Diazinon dengan dosis 0,1-0,2% atau sesuai dosis anjuran.

    Cara Budidaya Anggrek Serta Analisa Usaha hama siput atau keong pada tanaman anggrek

    Hama Siput atau Keong

    Siput atau keong kecil biasanya bersembunyi di antara media tumbuh dan menyerap akar serta memakan bagian tanaman terutama tunas dan daun muda. Siput dapat dibasmi dengan molusida, sepeti Metaldehyde, Mesurol, Sevin dan Metadex. Molusida diberikan sekali seminggu atau tergantung pada tingkat serangan. Waktu pemberantasan dilakukan pada sore hari dengan cara diletakkan di media tumbuhnya.

    Cara Budidaya Anggrek Serta Analisa Usaha Hama semut pada anggrek

    Hama Semut

    Semut biasanya bersembunyi di antara media tumbuh sehingga mengganggu pertumbuhan akar. Akibatnya, pertumbuhan tanaman akan terhambat. Semut dapat diberantas dengan insektisida, seperti Hostathion, Azodrin, Dursban, dan Diazinon dengan dosis 0,1-0,2% atau sesuai dosis anjuran. Penyemprotan dilakuakan 1-2 kali seminggu atau tergantung pada tingkat serangannya.

    Cara Budidaya Anggrek Serta Analisa Usaha hama kumbang gajah pada tanaman anggrek

    Hama Kumbang Gajah

    Kumbang gajah memakan bagian epidermis tanaman. Bila serangan hama ini sampai pada titik tumbuh (meristem) dapat menyebabkan kematian pucuk sehingga pertumbuhan anggrek menjadi terhenti. Kumbang gajah dapat dibasmi dengan insektisida, seperti Demicron, Diazonin, Malathion, atau sejenisnya.

    Anggrek hias yang terkena hama kumbang ini akan rusak dengan tanda adanya lubang-lubang yang tedapat pada batang tanaman. Insektisida sistemik diberikan untuk mengendalikan hama kumbang ini agar tidak menyebar atau meluas ke bagian tanaman anggrek yang lain.

    Penyemprotan insektisida dilakukan 1-2 kali seminggu, tergantung pada tingkat serangannya. Sebaiknya digunakan insektisida yang bersifat sistemik karena kumbang gajah dan larvanya hidup dan bersembunyi di dalam pseudobulb. Hama akan mati setelah makan jaringan tanaman yang mengandung insektisida. Waktu penyemprotan dilakukan pada pagi hari pukul 06.00-07.00 atau sore hari pukul 17.00-18.00.

    #6. Penyakit Pada Tanaman Anggrek.

    Tanaman anggrek bisa terserang penyakit yang disebabkan oleh virus ataupun jamur yang mudah menular. Kenali jenis-jenis penyakit pada anggrek beserta cara penanggulangannya.

    Peyakit Buluk

    Tanda anggrek terserang penyakit buluk adalah terlihat gejala biji anggrek yang tidak dapat berkecambah sehingga menyebabkan persemaian gagal kemudian tanaman menjadi layu. Hal ini biasanya disebabkan karean media tanam dan lingkungan yang tidak steril.

    Bercak Cokelat

    Bercak cokelat pada anggrek disebabkan karena lingkungan yang sangat lembab dan daun dalam kondisi tidak sehat. Awal gejala terlihat berupa bercak kecil pada pucuk daun dan meluas ke seluruh tanaman hingga menyebabkan kematian. Bakar seluruh tanaman yang terkena penyakit bercak cokelat untuk menghindari terjadinya penyebaran penyakit.

    Rebah Kecambah

    Penyakit rebah kecambah disebabkan oleh jamur. Ditandai dengan adanya gejala bercak kecil pada permukaan daun yang kemudian mengenai tunas hingga ujung akar. Penyakit ini bisa menyebabkan kematian. Buang tanaman yang terkena penyakit ini karena dapat menular melalui air, lakukan penyemprotan fungisida.

    Cymbidium

    Penyakit ini disebabkan oleh virus dengan ditandai terlihat bercak kekuning-kuningan kemudia muncul jaringan mati berbintik, bergaris atau berbentuk lingkaran. Kendalikan dengan membuang bagian tanaman yang sakit dan mensterilkan lingkungan tanam.

    Busuk Akar

    Busuk akar biasanya disebabkan terlalu banyaknya air yang terperangkap pada media tanam. Jika masih ada akar yang cukup sehat bisa diselamatkan dengan memotong semua akar yang membusuk. Akar busuk ditandai dengan warnanya yang kecokelatan bahkan hitam. Sedangkan yang sehat berwarna hijau kekuning-kuningan atau abu keperakan, terasa keras jika dipegang.

    #6. Perawatan Tanaman Anggrek

    Rawatlah anggrek dengan baik dengan melakukan penyiraman secara teratur. Sterilkan terlebih dahulu peralatan yang hendak digunakan misalnya gunting ataupun pisau pada saat melakukan penyetekan dan lainnya. Cara mensterilkannya bisa membersihkan terlebih dahulu dengan alkohol.

    Lakukan penyeterilan pada media tumbuh sebelum dipakai dengan merendam pada larutan pestisida. Tanaman yang masih baru sebaiknya dikarantina terlebih dahulu kurang lebih 2 hingga 3 bulan.

    Apabila ditemukan anggrek yang sedang sakit, segera singkirkan dari tanaman lainnya. Potong bagian tanaman anggrek yang sakit tersebut agar tidak menular pada anggrek lainnya.

    #7. Analisa Usaha Budidaya Anggrek

    Sebaiknya gunakan lahan sendiri jika ada, untuk menghemat modal yang dikeluarkan. Namun jika tidak ada, bisa menyewa lahan.

    Modal Awal :

    Sewa lahan seluas 3.000 m2 Rp. 1.000.000
    Sabut kelapa Rp. 3.000.000
    Pupuk Kandang Rp 1.500.000
    Pestisida 2 Jenis (Dursban dan Akodan) Rp. 30.000
    Pembelian Bambu Rp. 500.000
    Peralatan Pertanian Rp. 300.000
    Jumlah Rp. 6.330.000

    Biaya Operasional Perbulan :

    Pestisida Rp. 30.000
    Transportasi Rp. 200.000
    Jumlah Rp. 230.000

    Pendapatan Per bulan :
    23 ikat bunga x 4 minggu x Rp. 60.000 = Rp. 5.520.000

    Laba Bersih :
    Rp. 5.520.000 – Rp. 2.040.000 = Rp. 3.480.000,-

    #8. Promosi Dan Pemasaran Anggrek

    Promosi merupakan faktor penting agar usaha tanaman anggrek Anda diketahui masyarakat luas. Bentuk promosi yang paling sederhana adalah dengan menyampaikan ke tetangga, rekan atau keluarga Anda. Agar lebih efektif, promosikan usaha Anda di media sosial seperti Facebook atau Instagram. Upload foto-foto menarik dari bunga yang telah berkembang.

    Anda juga bisa menjualnya secara online melalui bukalapak ataupun tokopedia, sehingga pangsa pasar Anda luas hingga ke seluruh Indonesia bahkan mancanegara. Anda bisa juga menawarkan kerjasama dengan beberapa penjual hias, rental tanaman hias, siapa tahu mereka bisa diajak bekerja sama secara kontinu.

    Demikian Cara Budidaya Menanam Anggrek Serta Analisa Usaha.

    Semoga bermanfaat..

    admin

    Fulltime blogger, ingin menjadi netpreneur sejati & mengelola bisnis secara online agar bisa meningkatkan quality time bersama keluarga.

    You may also like...

    3 Responses

    1. Tiara says:

      Terimakasih sudah berbagi, anggrek masih menjadi primadona para penctinta tanaman hias dari dulu sehingga sekarang.

    2. koko says:

      itu modal ny belum termasuk pmbeluan bibit nya yah?

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.