Cara Budidaya / Ternak Lovebird Bagi Pemula Agar Cepat Bertelur

Cara Budidaya / Ternak Lovebird Bagi Pemula Agar Cepat Bertelur | www.usahakreatif.net – Burung cinta (Love Bird) adalah satu burung dari sembilan jenis spesies genus Agapornis (dari bahasa Yunani “agape” yang berarti “cinta” dan “ornis” yang berarti “burung”). Sumber Wikipedia.

Burung yang berasal dari Afrika dan Madagaskar ini memiliki ukuran yang kecil antara 13 sampai 17 cm dengan berat 40 hingga 60 gram.

Banyaknya peminat burung ini membuat banyak pebisnis meliriknya sebagai suatu peluang yang menggiurkan.

Peluang usaha ternak burung Lovebird termasuk usaha yang susah-susah gampang untuk dilakukan. Kendala utama yang sering dihadapi oleh pemula adalah :

  • Susahnya membedakan jenis kelamin burung;
  • Sulitnya untuk menjodohkan lovebird pada proses perkawinan karena burung ini termasuk burung yang tidak mau dijodohkan secara paksa;
  • Lovebird betina yang tak kunjung bertelur saat dalam penangkaran padahal usianya sudah cukup dan sudah waktunya bertelur. Bahkan tak jarang indukan betina membuang telurnya;

Padahal sebenarnya, burung ini gampang sekali bertelur saat hidup di alam liar dan hal ini terjadi terus-menerus selama indukan masih dalam masa produktif.

Oleh karena itu, pada artikel kali ini saya akan mengulas bagaimana cara beternak burung Lovebird.


Cara Budidaya / Ternak Lovebird Bagi Pemula Agar Cepat Bertelur

Cara Budidaya / Ternak Burung Love Bird Bagi Pemula Agar Sukses

Membuat Kotak Sarang (Glodok) Lovebird

Gelodok atau kotak sarang yang baik harus mempunyai lubang pintu dengan diameter sesuai ukuran tubuh burung. Jangan terlalu sempit dan jangan pula terlalu luas.

Masukkan beberapa serutan kayu bersih ke dalam kotak sarang dengan ketebalan 2,5 cm.

Biasanya lovebird akan mengatur ulang pembuatan sarangnya dengan cara membuang sebagian serutan kayu yang sudah disediakan oleh penangkar.

Cara ini akan membuat lovebird nyaman dan cepat bertelur.

Memasang lampu full spektrum dalam kandang penangkaran

Agar suhu tetap hangat, kandang harus dilengkapi lampu. Cara ini akan membuat lovebird agar cepat bertelur.

Lampu yang digunakan adalah lampu jenis spektrum karena penerangan ini memiliki spektrum yang mendekati spektrum sinar matahari.

Lampu ini memiliki suhu sekitar 5500 Kelvin sehingga nyaman secara visual yang artinya bisa memberi suasana tenang dan sejuk bagi lovebird. Lampu penerangan ini juga dapat dipakai pada kandang yang jarang terkena sinar matahari.

Tempatkan lampu pada bagian atas kandang penangkaran. Apabila dibutuhkan, Anda bisa memasang timer bisa agar burung bisa beristirahat minimal 10 jam dalam kondisi gelap, misalnya pada malam hari.

Memilih Indukan Yang Sehat dan Berkualitas

Setelah memilik kandang untuk ternak lovebird, pilihlah pasangan lovebird yang sehat dan berkualitas. Sebelum memilih indukan, tentukan terlebih dahulu lovebird yang bagaimana yang ingin Anda ternakkan. Apakah yang bersuara bagus atau yang memiliki bulu bagus dan menarik.

Selain itu, pilihlah lovebird dengan usia jantan lebih tua daripada usia betinanya. Hal ini bertujuan agar pada saat proses perkawinan, lovebird jantan akan mendominasi daripada lovebird betina.

Kebutuhan Pakan Ternak dan Minum Burung Love Bird

Pakan untuk bayi love bird adalah bubur bayi dengan komposisi :

  • milet putih 2kg;
  • milet merah 2 kg;
  • gabah 1 kg;
  • kenari seed 1 kg; dan
  • kuaci 1 ons.

Bahan – bahan di atas di blender sampai halus tanpa menggunakan air, selanjutnya encerkan dengan air sehingga berbentuk pasta.

Anakan love bird disuapi tiap 2 jam sekali dengan sendok kecil. Ketika anakan sudah berumur satu bulan, penyuapan cukup hanya dilakukan 1 kali sehari saja.

Sementara untuk indukan, berikan jagung muda 2 tongkol per hari untuk pemenuhan gizi sehingga kualitas indukan tetap terjaga.

Pakan lain bisa berupa campuran milet putih, milet merah, gabah, kenari seed dan kuaci dengan perbandingan 2 : 1 : 1 : 1 : 1/2.

Berikan juga makanan yang dapat memicu hormon lovebird betina supaya cepat bertelur. Jenis pakan yang dimaksud antara lain kangkung, tauge, dan biji kuaci.

Usahakan untuk mengganti minuman Lovebird dengan minuman yang baru setiap harinya. Selain itu, Anda juga harus membersihkan tempat minum dengan cara digosok dengan menggunakan sikat gigi kemudian bilas dengan air bersih atau semprot dengan pakai sprayer.

Setelah tempat minum dibersihkan, berikan minuman Aqua galon atau air galon isi ulang atapun air sumur yang tidak terdapat bau besi ataupun bau lumpur.

Dengan menggunakan air yang bersih, burung akan sehat dan tidak terkena penyakit dari air minum yang tercemar.

Biaya pakan untuk 10 pasang Lovebird bisa membutuhkan biaya sekitar 250.000 / bulan dengan Rincian Rp 125.000 untuk pembelian jagung dan Rp 125.000 untuk pakan milet.

Cara Membedakan Indukan Jantan Dan Betina

Bagi pemula, akan terasa sulit untuk membedakan mana indukan jantan dan indukan betina karena lovebird merupakan burung monomorfik seksual (penampilan Lovebird jantan serta betina tampak serupa).

Namun ada beberapa ciri yang bisa Anda perhatikan untuk menentukan jenis kelamin Lovebird ini.

Perbandingan Ciri Lovebird Jantan dan Betina :

  • Memiliki ukuran yang cenderung lebih besar dengan bentuk lebih bulat dibanding lovebird jantan;
  • Memiliki ukuran kepala yang sedikit lebih kecil dari lovebird jantan;
  • Saat bertengker, kaki betina sedikit lebih renggang dibanding lovebird jantan;
  • Biasanya lovebird jantan memiliki suara kekek yang lebih panjang dibanding betina.

Perkawinan Burung Love Bird

Love Bird yang telah siap kawin adalah burung yang telah berusia 8 bulan untuk jantan dan 1 tahun untuk Lovebird betina.

Love Bird memiliki sifat berpasangan dan akan duduk berdekatan untuk saling menyayangi. Jadi seperti yang telah saya sebutkan di awal, burung ini termasuk burung yang tidak bisa dikawinkan secara paksa, mereka akan mencari pasangannya sendiri.

Jadi triknya adalah melakukan perkawinan massal dengan cara mencampurkan burung dalam satu kandang agar terlihat pasangan mana yang sering terlihat bersamaan. Biasanya proses ini berlangsung selama 3 hingga 7 hari. Penjodohan akan lebih cepat jika masing-masing calon indukan telah memasuki masa birahi.

Ciri-ciri lovebird siap kawin :

  • Lovebird betina sering merentangkan sayapnya dan ekor yang sering diangkat ke atas;
  • Lovebird jantan sering menggosok-gosokkan pantatnya pada sangkar.

Segera kawinkan indukan lovebird yang sudah melakukan hal-hal di atas, bila kelamaan malah akan membuatnya sulit kawin.

Tapi jangan sampai tertipu, terkadang Lovebird jantan bisa berpasangan dengan lovebird jantan pula, begitu juga sebaliknya karena jenis burung ini bisa menyukai sesama jenis. Jadi lihat perbandingan ciri lovebird jantan dan lovebird betina di atas tadi.

Setelah itu, lakukan hal berikut :

  • Ambil pasangan tersebut dan letakkan di dalam kandang perkawinan dengan ukuran PxLxT 150 cm x 150 cm x 100 cm;
  • Lengkapi kandang dengan sarang tempat bertelur yang terbuat dari papan dengan ukuran panjang 20-25 cm, lebar 20-25 cm dan tinggi 15-20 cm;
  • Pilih bahan sarang dari bahan yang halus seperti daun pinus atau jerami;
  • Letakkan kawat strimin agar aman dari tikus dan jangan lupa letakkan kandang di tempat yang tenang.

.. dan setelah kawin, indukan Love Bird baru siap dikawinkan lagi dalam selang waktu sebulan kemudian.

Penanganan Peranakan Burung Love Bird

Burung betina lovebird bisa bertelur walaupun tidak mempunyai pasangan (lovebird jantan) karena setelah usia mencapai dewasa, organ reproduksi sudah berfungsi secara normal. Namun telur ini tidak mengandung bakal calon embryo yang nantinya tidak akan pernah menetas meski dierami induk atau ditetaskan menggunakan inkubator.

Telur yang tidak terdapat bakal calon embyo seperti inilah yang dikatakan sebagai telur infertil atau tidak subur.

Setelah 3 hingga 10 hari, betina akan bertelur dengan jumlah sekitar 4-6 butir, telur yang dihasilkan dari perkawinan dengan burung jantan ini akan menetas setelah 21-25 hari sejak telur dierami.

Telur Love Bird tidak menetas secara bersamaan tetapi satu persatu dengan selang waktu sekitar 2 hari.

Setelah berusia 2 minggu sejak menetas, anakan Burung Cinta harus segera disapih.

Anakan yang sudah disapih dipelihara dalam kandang pembesaran berukuran PxLxT 30cm x 30cm x 40 cm.

Penyilangan Burung Lovebird Untuk Mendapatkan Warna Bulu Yang Diinginkan

Salah satu daya tarik lovebird adalah karena warnanya yang indah. Oleh karena itu, pengembangbiakan lovebird biasanya sudah direncanakan untuk menghasilkan warna dengan pola tertentu.

Hal ini memang memungkinkan mengingat banyaknya yang sudah berhasil mengembangbiakkan lovebird dengan warna-warna tertentu.

Cara Budidaya / Ternak Burung Love Bird Bagi Pemula Agar Sukses

Biasanya warna yang langka membuat harga lovebird menjadi sangat tinggi.

Dalam buku yang berjudul Lovebird oleh Siti Nuramaliati Prijono mengatakan bahwa secara umum sifat anak-anak lovebird akan meniru 50% dari induk betina dan 50% dari induk jantan.

Dengan kata lain sifat anak lovebird merupakan perpaduan setengah sifat induk jantan dan setengah induk betina.

Sifat-sifat yang diturunkan ini tentunya masih dipengaruhi sifat resesif dan dominan yang dimiliki masing-masing pasangan yang dikawinkan.

Untuk menentukan sifat resesif dan dominan ini dapat diperkirakan setelah suatu pasangan yang sifatnya berlainan (dalam hal ini warna bulu) menurunkan dua sampai tiga periode keturunannya.

Bila keturunan pada periode-periode tersebut cenderung mempunyai hasil yang relatif sama maka dapat diperkirakan sifat dominan dan resesif yang ada pada induk jantan dan atau induk betina.

Berdasarkan pengalaman-pengalaman inilah kemudian dapat disusun program perencanaan warna bulu pada anak lovebird dari pasangan-pasangan yang dipelihara.

Oleh karena itu, pengetahuan dasar mengenai genetika sangat penting untuk diketahui oleh penangkar agar bisa mengawinsilangkan lovebird untuk mendapatkan anakan dengan warna bulu yang diinginkan.

Berikut ini jenis lovebird yang banyak dijual di pasar burung di Indonesia :

  • Lovebird ‘muka salem’ (Lutino dan Albino);
  • Lovebird kacamata ‘fischer’;
  • Lovebird kacamata ‘topeng’; dan
  • Lovebird hasil mutasi.

ketiga jenis lovebird komersial tersebut dapat dengan mudah dikembangbiakkan untuk menghasilkan lovebird dengan warna mutasi.

Lovebird ‘muka salem’ merupakan jenis yang bisa menghasilkan banyak warna mutasi seperti :

  • lutino (kuning, mata merah);
  • golden cherry (kuning);
  • cinnamon (cokelat kekuningan);
  • biru pastel;
  • pied (bercak warna); dan
  • albino (putih, mata merah).

Warna mutasi dari lovebird kacamata ‘topeng’ yang terkenal adalah biru.

Untuk mendapatkan anakan dengan warna mutasi, penangkar harus mempunyai induk dengan
warna mutasi.

Apabila ingin memperoleh anak dengan warna mutasi dari kedua induk yang berbulu normal maka caranya sangat rumit dan membutuhkan waktu yang sangat lama.

Berikut ini contoh-contoh program perencanaan warna bulu pada anak lovebird dari pasangan-pasangan yang dipelihara.

#1. Lovebird ‘muka salem’ (Lutino dan Albino)

Gen Lutino dan albirto (muka salem) terletak pada kromosom kelamin dan merupakan bentuk dari mutasi rangkai kelamin resesif.

Selain kedua bentuk mutasi tersebut, bentuk mutasi bulu lain yang melibatkan rangkai kelamin resesif adalah cinnamon murni atau hasil mutasi yang bermata merah.

Pada burung, kromosom kelamin betina adalah ZW dan kromosom jantan adalah ZZ (hal ini berbeda dengan binatang mamalia, dimana kromosom kelamin betina adalah XX dan kromosom jantan adalah XY).

Dengan begitu, lovebird betina akan menghasilkan telur yang membawa Z dan W, sedangkan lovebird jantan menghasilkan sperma yang hanya membawa Z.

Jika resesif gen mutan terjadi pada kromosom Z yang tidak ada pasangannya dengan kromosom W (yang lebih pendek), maka tidak akan terjadi pindah silang gen mutan.

Dengan demikian, lovebird betina hanya memerlukan satu gen resesif (contoh: g) untuk memperlihatkan adanya mutasi dalam penampilannya, sedangkan lovebird jantan memerlukan dua resesif gen (contoh: gg).

Oleh karena keturunan yang berupa ZW adalah betina dan ZZ adalah jantan, pewarisan kromosom Z akan mengikuti pola khas berikut :

Induk betina akan meneruskan kromosom Z hanya kepada keturunan jantannya, sedangkan induk jantan akan meneruskan kromosom Z kepada keturunan jantan dan betina.

Itulah sebabnya anak betina akan selalu mewarisi kromosom Z dari induk jantan karena induk betina pasti telah menyumbangkan kromosom W.

Lagi pula, induk betina dapat meneruskan informasi pada kromosom Z kepada cucunya hanya melalui anak-anak jantannya.

Sifat genetik yang dilanjutkan dengan pola khas ini disebut rangkai kelamin.

Gen dominan untuk warna hijau normal menggunakan simbol G.

Dengan demikian, pejantan warna hijau normal memiliki genotip GG, betina hijau normal adalah G-, jantan lutino adalah gg, jantan hijau normal atau pembawa sifat lutino adalah Gg, dan betina lutino adalah g-.

Apabila ingin memperoleh cukup banyak anak lovebird berbentuk lutino dari sepasang lovebird yang ditangkarkan maka sebaiknya kegiatan penangkaran dimulai dengan menangkarkan sepasang lovebird yang terdiri dari betina normal dan jantan lutino.

Dengan cara ini dapat diharapkan diperoleh 50% anak lutino pada generasi pertama.

Hal ini tidak mungkin terjadi bila sepasang lovebird yang dikawinkan adalah betina lutino dengan jantan normal homozigot.

Keuntungan lain dari penggunaan pasangan betina normal dengan jantan lutino adalah dapat diketahuinya jenis kelamin anak ketika berada di sarang, yaitu sebelum bulunya muncul.

Anak yang betina (lutino) mempunyai mata berwarna merah, sedangkan anak jantan (normal) mempunyai mata berwarna gelap.

Untuk menghasilkan anak lovebird albino maka perlu dimulai dengan menyilangkan lovebird betina warna biru (BBb-) dengan lovebird jantan lutino (BBll).

Persilangan kedua induk lovebird tersebut menghasilkan keturunan pertama (F1) anak betina lutino atau biru (Bbl-).

Selain itu, diperlukan juga pejantan dengan genotip yang sama (Bbll) yang diperoleh dari hasil perkawinan induk betina lutino (BBl-) dengan induk jantan biru atau lutino (Bbll). Perkawinan antara kedua keturunan F1 (Bbl- x Bbll).

Program persilangan untuk memperoleh anak bentuk albino dan lutino di atas dapat diterapkan untuk lovebird jenis lain yang mempunyai kedua bentuk mutasi tersebut.

#2. Warna biru dan warna mutasi lainnya

Perkawinan antara lovebird kacamata ‘topeng’ yang berbulu normal (hijau) dengan yang berbulu biru merupakan salah satu contoh dari pasangan resesif yang melibatkan otosom.

Otosom merupakan kromosom yang tak menentukan jenis kelamin.

Warna hijau dominan terhadap warna biru. Bentuk genotip warna hijau adalah GG, sedangkan warna biru adalah resesif dengan genotip gg.

Jadi, semua sel kelamin dari induk yang dominan akan mengandung satu gen G, sedangkan induk yang resesif akan mengandung satu gen g.

Berarti semua anak akan menerima satu gen G dan satu gen g dari setiap induknya.

Hal ini jelas terlihat bahwa semua anak pada generasi pertama (F1) akan mempunyai genotip Gg. Dengan demikian, secara fenotip anak lovebird tersebut berwarna hijau, tetapi anak lovebird tersebut membawa gen warna biru pada genotipnya. Jadi, anak lovebird tersebut bersifat heterozigot.

Ketika lovebird heterozigot tersebut dikawinkan maka pasangan lovebird tersobut akan menghasilkan anak yang berwarna hijau dan berwarna biru pada generasi kedua (F2).

Perbandingan harapan dari anak lovebird warna hijau terhadap biru adalah 3 : 1 dengan satu pertiga anak lovebird berwarna hijau homozigot (GG), dua pertiga warna hijau heterozigot dan pembawa sifat warna biru (Gg), serta satu pertiga warna biru (gg).

Burung tidak cepat jodoh bisa Anda pacu kematangan organ reproduksinya dengan BirdHormon. Jika pasangan terlalu lama tidak produksi atau macet produksi, Anda bisa gunakan BirdMature.

Pasangan otosom resesif lainnya antara lain adalah perkawinan antara lovebird ‘muka salem’ yang berbulu normal dengan yang berbulu biru pastel, dan perkawinan antara jenis lovebird berbulu normal dengan lovebird warna mutasi lainnya.

Warna bulu mutasi lainnya pada lovebird yang melibatkan pasangan otosom resesif adalah pied dan golden cherry. Pada prinsipnya, untuk mendapatkan bulu dengan warna mutasi tersebut hampir sama dengan program persilangan untuk memperoleh bulu warna biru.

Kendala Budidaya Love Bird

Kendala yang dihadapi dalam budidaya love bird ini adalah serangan tikus, dan kematian anakan di usia kurang dari satu bulan.

Tips penanganan kendala, untuk tikus kandang dibuat dari kawat srimin dan sering di kontrol.

Untuk kematian di bawah satu bulan dengan cara penyapihan dan pemberian pakan yang routin.

Tiap 2 bulan sekali di semprotkan disifektan keseluruh bagian kandang.

Penentuan Harga Lovebird

Harga jual love bird ditentukan oleh warna baik warna bulu atau warna mata. Love bird siap jual ketika berumur minimal 40 Hari.

Berikut list harga love bird

No Jenis Lovebird Harga (Rp)
1 Love Bird Hijau Rp. 150.000,-
2 Love Bird Biru Rp. 150.000,-
3 Love Bird Kuning Rp. 350.000,-
4 Love Bird Hitam Rp. 200.000,-
5 Love Bird Kuning Mata Merah Rp. 500.000,-
6 Love Bird Putih Mata Merah Rp. 500.000,-

Analisa Budidaya / Ternak Burung Lovebird

Investasi
Induk 10 Pasang, @350.000 Rp. 7.000.000,-
Kandang Rp. 1.000.000,-
Total Investasi Rp. 8.000.000,-
Biaya Operasional
Penyusutan Kandang (60 Periode) Rp. 20.000,-
Pakan & Obat Rp. 250.000,-
Tenaga Kerja Rp. 300.000,-
Total Biaya Operasional Rp. 570.000,-
Pendapatan
Dengan asumsi bisa menjual 10 ekor / bulan @ Rp 350.000,-
10 x Rp. 350.000,- Rp. 3.500.000,-
Keuntungan
Rp. 3.500.000 – Rp. 550.000 (Biaya pakan, obat dan tenaga kerja) Rp. 2.950.000,-
Balik Modal
(Total Investasi + Total Biaya Operasional) / Pendapatan

(Rp. 8.000.000 + Rp. 570.000) / Rp. 3.500.000,-

3 kali panen

Demikian Cara Budidaya / Ternak Burung Love Bird Bagi Pemula Agar Sukses.

Semoga bermanfaat..!

admin

Seorang fulltime blogger. Bercita-cita menjadi netpreneur sejati dan mengelola bisnis secara online agar bisa meningkatkan quality time bersama keluarga.

You may also like...