Penyebab Pakaian Menjadi Kekuningan atau Kusam (Bisnis Laundry : Bag 5)

Penyebab Pakaian Menjadi Kekuningan atau Kusam (Bisnis Laundry : Bag 5) | usahakreatif.net –

Sebelumnya :

Ada beberapa tanda pada pakaian yang diakibatkan oleh kesalahan pada saat proses pencucian, diantaranya warna pakaian menjadi keabu-abuan, nampak menjadi kekuning-kuningan dan terkena luntur.

Berikut ini cara mengatasinya :


Penyebab Pakaian Menjadi Kekuningan atau Kusam (Bisnis Laundry)

Penyebab Pakaian Menjadi Kekuningan/Kusam

Pakaian nampak kusam, yang putih menjadi keabu-abuan dan berwarna menjadi agak gelap. Ada 2 hal yang menyebabkan hal ini terjadi :

#1. Proses pencucian yang tidak benar

Untuk menghasilkan cucian yang baik, maka 4 faktor utama yaitu waktu, suhu, aksi kimia dan aksi mekanis harus selalu diperhatikan keseimbangannya.

Apabila salah satu dari keempat faktor tersebut tidak tepat, maka hasil cucian dapat dipastikan kurang bagus. Yang sering terjadi misalnya sisa-sisa kotoran atau noda tidak semua dapat dikeluarkan dari serat benang dan larut pada proses pencucian.

Hal ini terjadi karena suhu air yang tidak tepat, pengaturan waktu reaksi kimia yang salah atau karena jumlah komposisi chemical yang kurang.

Sisa-sisa kotoran atau noda yang tidak larut tersebut akan menempel kembali ke permukaan bahan sehingga pakaian akan nampak keabu-abuan dan agak gelap.

Pencegahan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  • Memahami karakter masing-masing jenis laundry chemical yang digunakan, baik yang berasal dari produk yang sama maupun yang diproduksi oleh perusahaan.
  • Membuat rumusan formula pencucian dengan benar untuk masing-masing jenis cucian berdasarkan warna dan tingkat kekotorannya.
  • Memahami kondisi masing-masing mesin cuci dan peralatan pendukungnya semaksimal mungkin. Lakukan kalibrasi (terra ulang ukuran) dan periksa selang-selang dispenser chemical secara berkala maksimal 2 minggu sekali.

#2. Kurang memperhatikan kebersihan radiator coil mesin pengering (dryer) yang menggunakan bahan bakar gas.

Pada prinsipnya sumber energi panas mesin dryer terdapat pada bagian atas mesin yang kemudian disedot keluar melalui drum silinder pada bagian tengah mesin oleh exhauster vent yang ada dibagian bawah mesin.

Permasalahan yang sering terjadi adalah proses ini adalah selalu meninggalkan debu-debu sisa pembakaran. Debu-debu ini akan ikut terbawa oleh sedotan exhauster vent melalui drum silinder berisi cairan yang sedang dikeringkan. Debu kemudian menempel serta mengotori pakaian sehingga tampak kusam.

Bagaimana cara mencegahnya?

Selalu memperhatikan setelan pengapian sesuai standar yang telah ditentukan serta mengontrol kebersihan area seputar radiator coil mesin-mesin pengering.

Pakaian Menjadi Kekuningan

Pakaian nampak kekuning-kuningan dan merata seluruh bahan pakaian, terutama yang berbahan dari serat benang alami jenis tumbuh-tumbuhan.

Ada beberapa hal yang menyebabkan pakaian putih menjadi kekuning-kuningan :

#1. Kondisi kualitas air yang mengandung unsur zat besi (Fe).

Kandungan zat besi yang terjaring pada serat benang pakaian akan menjadi gosong ketika terkena setrika, baik setrika tangan listrik, mesin garment press maupun mesin roll ironer (khusus jenis-jenis sheet, table cloth, napkin, pillow case dan sebagainya).

Hal ini juga terjadi pada proses pengeringan dengan mesin pengering misalnya handuk atau popok bayi. Kandungan zat kandungan zat besi yang terjaring pada serat benang akan menjadi gosong saat terkena panas mesin pengering.

Hal ini dapat dicegah dengan memeriksa kualitas air sebelum menjalankan usaha laundry. Periksa kondisi air secara berkala minimal 6 bulan sekali.

Apabila kondisi air mengandung zat besi yang tinggi, maka sebaiknya lakukan penormalan terlebih dahulu dengan penurunan kadar zat besi dengan cara yang tepat dan benar.

Beberapa alternatif cara menurunkan kandungan zat besi pada air tanah :

Aerasi :

Aerasi adalah cara memasukkan udara kedalam air dengan proses oksidasi untuk menaikkan kadar oksigennya. Proses oksidasi ini dilakukan dengan menggunakan udara biasa, kemudian di ikuti dengan pengendapan dan penyaringan.

Sedimentasi :

Sedimentasi adalah proses pengendapan partikel-partikel padat yang tersuspensi dalam air karena pengaruh gravitasi (gaya berat secara alami). Proses pengendapan dengan cara gravitasi untuk mengendapkan partikel-partikel tersuspensi yang lebih berat daripada air, ini yang sering dipergunakan dalam pengolahan air.

Biaya pengolahan air dengan proses sedimentasi relatif murah karena tidak membutuhkan peralatan mekanik maupun penambahan bahan kimia. Prinsipnya sedimentasi adalah untuk mereduksi zat-zat kimia yang mengeruhkan air, dengan tanpa mengalami perubahan bentuk, ukuran, ataupun kerapatannya.

Filtrasi :

Filtrasi adalah proses pengolahan air yang prinsipnya adalah untuk mengurangi bahan-bahan organik maupun bahan-bahan an organik yang terkandung dalam air. Bahan yang umum dipergunakan sebagai media penyaring adalah pasir, karena mampu melakukan penyaringan yang baik.

Pasir yang berbentuk butiran halus dan padat, dapat tahan lama, dapat dipakai berulang kali, selain juga mudah dibersihkan jika kotor serta tidak larut dalam air.

#2. Kondisi air pada akhir proses pencucian (dengan mesin cuci) pH-nya masih basa.

Pada prinsipnya hasil akhir proses pencucian yang baik adalah apabila skala pH air berkisar antara 5-6,8. Karena pada saat pakaian terkena panas (baik setrika, mesin press, mesin roll ironer ataupun mesin pengering), maka pH pakaian akan menjadi normal antara 6,8-7.2.

Bila kondisi air pada akhir proses pencucian bersifat basa, maka periksa sekali lagi dan teliti formula pencucian (suhu, waktu dan jumlah pemakaian masing-masing chemical). Pastikan komposisinya sudah tepat sesuai dengan janis bahan dan tingkat kekotorannya. Periksa dengan teliti kondisi mesin-mesin yang dipergunakan, pastikan bahwa semuanya dalam kondisi normal.

Mengatasi kelunturan warna hitam pada bahan kain berwarna putih.

Beberapa pakaian yang memakai kombinasi warna hitam dan putih sering kali mengalami kelunturan pada saat proses pencucian.

Hal ini terjadi biasanya pada saat proses dry cleaning. Umumnya pada bagian yang berwarna putih, akan nampak gelap atau putih keabu-abuan. Namun ada juga bahan yang hanya kelunturan sebagian alias tidak merata dan berupa bercak-bercak noda.

Luntur sering terjadi pada bahan pakaian dari serat sintetis seperti polyester ataupun campurannya. Zat pewarna yang digunakan untuk mewarnai bahan kain serat sintetis pada umumnya tidak tahan dalam proses pencucian dry cleaning ataupun pencucian dengan air biasa.

Saat ini banyak bahan serat sintetis yang mudah luntur karena proses pewarnaan yang tidak diikuti dengan proses penetrasi zat pewarna ke dalam serat benang agar kuat dan permanen.

Cara Mencegahnya :

Perhatikan label yang terdapat pada pakaian, apabila menyebutkan bahan warnanya akan luntur jika dicuci dengan dry cleaning, maka petugas pencucian harus melakukan tes ketahanan warna telebih dahulu, karena tidak ada cara pencegahan yang tepat selain melakukan pengujian terhadap pakaian.

Jika bahan kain atau serat benang yang berwarna hitam tidak luntur seluruhnya, maka pakaian tersebut bisa dicuci ulang tersendiri. Disarankan menggunakan pyratex untuk menghilangkan noda kelunturan karena aman terhadap bahan dan warna pakaian yang lain.

Demikian artikel Penyebab Pakaian Menjadi Kekuningan atau Kusam (Bisnis Laundry : Bag 5).

Selanjutnya :

admin

Seorang fulltime blogger. Bercita-cita menjadi netpreneur sejati dan mengelola bisnis secara online agar bisa meningkatkan quality time bersama keluarga.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.