Cara Menghilangkan Berbagai Jenis Noda Pakaian (Bisnis Laundry : Bag 4)

Cara Menghilangkan Berbagai Jenis Noda Pakaian (Bisnis Laundry : Bag 4) | usahakreatif.net –

Sebelumnya :

Sebagai pengusaha bisnis laundry, selayaknya Anda mengetahui cara menghilangkan berbagai jenis noda pada pakaian untuk meningkatkan kualitas jasa laundry Anda.

Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menghilangkan noda (spotting) pada pakaian adalah sebagai berikut :

  • Menganalisa jenis asal serat benang tekstil atau produk tekstil, untuk memastikan kekuatan konstruksi pintalan dan anyamannya serta sistem pewarnaanya.
  • Menganalisa asal noda dan perkiraan lamanya noda itu telah menempel pada pakaian.
  • Menganalisa jenis obat penghilang noda (spotting chemical) yang akan digunakan serta cara pemakaian yang tepat dan benar.
  • Menganalisa peralatan spotting serta cara spotting yang benar misalnya dengan spatula, dipukul-pukul dengan sikat, disemprot uap, disemprot angin dan sebagainya.

Keberhasilan laundry diantaranya ditentukan oleh ketepatan pembuatan formula pencucian, kualitas hasil dan cara spotting serta kualitas hasil penyetrikaan (pressure dan finishing).


Cara Menghilangkan Berbagai Jenis Noda Pakaian

Cara Menghilangkan Berbagai Jenis Noda Pakaian

Ada ketentuan khusus yang perlu dipahami sebelum menghilangkan noda, yaitu tidak semua noda kotor pasti dapat dihilangkan baik pada waktu melakukan spotting maupun pada saat proses pencucian.

Oleh karena itu, jangan memaksakan diri setiap noda kotor harus dapat dihilangkan dengan cara apapun, karena bisa mengakibatkan kerusakan pada pakaian.

Berikut ini cara menghilangkan noda pada pakaian berdasarkan jenis nodanya.

Jenis Noda Katun/Linen/Sintetis Wool/Sutera
 Putih telur
  1. Rendam dalam larutan 1% sodium metasilicate agak lama
  2. Rendam dalam larutan 1% pepsin yang diasamkan sedikit
Rendam dalam larutan 1% pepsin yang diasamkan sedikit
 Aspal
  • Gunakan cairan panas trichloroetylene atau alkohol putih
  • Gunakan larutan caustic soda 5% mendidih (khusus untuk rayon)
  • Gunakan Write Go, Reddy Go, Pircrin, Tar Go.
Gunakan cairan panas trichloroetylene atau alkohol putih
Bahan pewarna pakaian
  • Rendam dalam larutan sabun yang dicampur sodium metacilicate pentahydrate yang panas. (kecuali bahan rayon);
  • Gunakan sodium hydrosulphite yang diasamkan;
  • Gunakan sodium hypochloride yang diasamkan. Bisa juga menggunakan Yellow Go atau Color Go.
  • Rendam dalam methylated spritis (alkohol yang dicampur dengan amoniak);
  • Gunakan hydrogen peroxide.
Bekas Daging Proses pencucian normal atau bisa juga menggunakan Qwik Go  Proses pencucian normal
 Bir Gunakan sodium hypochloride atau Bon Go.  Gunakan hydrogen peroxide atau Bon Go.
Blau (baik yang berupa bubuk ataupun cair)
  1. Bilas dengan air;
  2. Gunakan Asam Cuka;
  3. Gunakan sodium hypochlorite.
  1. Rendam dalam larutan pepsin 1% yang diasamkan sedikit;
  2. Rendam dengan asam hydroflouride kemudian gunakan larutan panas hydrogen peroxide yang telah dicampur amoniak 10%
Buah/Jus Buah  Gunakan sodium hypochloride atau Bon Go  Gunakan Bon Go
Cat, Cellulox, Lacquer
  1. Rendam dalam acetone (kecuali bahan rayon);
  2. Gunakan terpentin atau bensin;
  3. Gunakan Write Go, Reddy Go, Picrin, Tar Go.
 Rendam dalam acetone.
Cream atau es krim Dicuci dengan air dingin atau gunakan Bon Go  Dicuci dengan air dingin
Darah
  1. Rendam dengan larutan pepsin 1% yang sedikit diasamkan;
  2. Rendam dengan asam oxalate;
  3. Gunakan asam hydroflouride;
  4. Gunakan garam dapur kaporit;
  5. Gunakan Qwik Go.
  1. Rendam dalam larutan pepsin 1% yang sedikit diasamkan;
  2. Rendam dengan asam hydrofluoride kemudian masukkan ke dalam larutan hydrogen peroxide panas yang dicampur dengan amoniak 10%.
 Jamur Gunakan potasium permanganate yang diasamkan kemudian gunakan hydrogen peroxide yang diasamkan.
  • Gunakan sodium hydrosulphite;
  • Gunakan campuran 10% amoniak dengan hydrogen peroxide.

Khusus teknis menghilangkan noda ini sebaiknya dilakukan oleh orang yang sudah mengikuti pelatihan dasar laundry agar tidak melakukan kesalahan dalam penghilangan noda.

Menghilangkan Noda Darah

Jika masih segar, noda akan berwarna merah kecoklatan, tapi lama kelamaan warnanya akan berubah menjadi cokelat tua. Noda darah mengandung albumin atau kadang-kadang terdapat minyak.

Noda darah selain menempel di permukaan bahan, terkadang dapat menyerap ke kain.

Ada 2 cara yang biasa dilakukan untuk menghilangkan noda darah, yaitu :

  1. Khusus pakaian berwarna putih, konsentrasi chlorine bleach yang kuat sering kali berhasil menghilangkan noda darah. Lakukan perendaman dengan air dingin terlebih dahulu agar hasilnya sempurna. Buat campuran larutan chlorine bleach dengan garam dapur dan air dingin secukupnya dalam ember plastik. Masukkan cucian yang bernoda darah ke dalamnya, aduk hingga rata kemudian diamkan sebentar. Setelah itu lakukan proses pencucian seperti biasa.
  2. Untuk pakaian berwarna, rendam cucian yang bernoda darah ke dalam larutan enzym activated (enzim yang telah ditingkatkan konsentrasinya). Setelah itu lakukan proses pencucian seperti biasa.

Cara termudah untuk menghilangkan noda darah (terutama darah menstruasi) adalah menggunakan cairan chemical Quik Go atau Grease Godengan dengan cara diteteskan pada noda, kemudian dikucek dan dilanjutkan dengan proses pencucian biasa.

Menghilangkan Noda Karat Pada Pakaian

Noda ini menimbulkan warna kuning kecokelatan pada pakaian yang disebabkan oleh :

  1. Paku atau gantungan pakaian dari jenis logam.
    Pakaian basah atau lembab terkena keringat yang digantungkan bisa menyebabkan karat pada paku. Noda karat tidak terlihat seketika itu juga, namun akan bereaksi dengan sabun cuci yang bersifat basa.
  2. Noda bekas makanan atau kuah yang mengandung kunyit.
    Noda kunyit yang bersifat asam akan menjadi karat setelah bereaksi dengan sabun ataupun alkali yang bersifat basa.
  3. Pipa air atau pipa uap dari bahan logam yang berkarat.
    Air yang mengandung karat dari pipa logam air atau tangki logam air panas yang telah berkarat.

Jika hal ini terjadi dapat dilakukan pencegahan atau mengatasinya dengan cara sebagai berikut :

  • Hindari menggantung pakaian yang mengandung keringat atau lembab pada paku atau kawat yang tidak terbungkus bahan anti karat;
  • Periksa secara berkala dan teliti semua pipa air dang tangki uap atau air panas yang terbuat dari bahan logam apakah masih layak pakai dan tidak berkarat.
  • Untuk  menghilangkan noda karat (termasuk noda kunyit), dapat menggunakan sour dengan konsentrasi asam yang memadai atau bisa juga memakai obat penghilang noda karat (rust remover).

Terjadinya noda karat yang disebabkan beberapa hal tersebut dapat mempercepat rapuhnya serat benang sehingga akan merusak pakaian (berlobang atau sobek).

Sangat baik apabila penyebab dan cara pencegahan masalah noda karat ini dapat disosialisasikan kepada masyarakat luas.

Permasalahan Umum Pada Proses Penghilangan Noda

Untuk menghindari kesalahan fatal pada saat proses penghilangan noda, Anda harus memiliki pengetahuan yang memadai tentang jenis bahan, noda, obat penghilang noda, peralatan penghilang noda dan teknis pemakaiannya.

Hampir setiap saat kita mendengar keluhan dari pelanggan terkait teknis penghilangan noda pakaian yang sebenarnya bisa dihindari jika memiliki pemahaman yang baik.

Hal yang harus diperhatikan pada saat mulai spotting suatu noda pada pakaian adalah :

  • Semua chemical spotting dapat merusak bahan pakaian;
  • Tidak semua noda dapat hilang 100%, jangan dipaksa dihilangkan kecuali si pemilik pakaian setuju dengan segala resikonya;
  • Sesuaikan chemical spotting dengan masing-masing jenis noda;
  • Tempat spotting chemical harus rata dan tidak terbuat dari besi.

Berikut ini 9 permasalahan umum yang perlu Anda ketahui ketika akan melakukan penghilangan noda (spotting) dan bagaimana cara menghindarinya :

#1. Uji Ketahanan Warna.

Langkah sederhana dan perlu dilakukan agar dapat membantu menghilangkan noda pakaian adalah dengan menguji ketahanan warna sebelum menggunakan cairan penghilang noda.

Jangan lakukan tes ketahanan warna jika telah ada bagian pakaian yang warnanya telah berubah karena terkena asam asetik.

Beberapa pewarna dipengaruhi oleh asam seperti formula tanin, asam asetat, obat penghilang noda karat dan formula umum.

Sementara pewarna yang lain dipengaruhi oleh alkali yang kuat seperti formula protein dan amonia. Solvent penghilang noda yang mengandung minyak (OTPR-oily type paint remover), jenis obat penghilang noda minyak cat, dan amyl acetate (minyak pisang) dapat merusak pigmen warna kain yang dicetak.

#2. Pemakaian Sodium Perborat Yang Tidak Tepat.

Oksidasi yang bersifat basa dari zat kimia pemutih sodium perborat sering dipahami dapat digunakan untuk memutihkan semua bahan. Padahal pemahaman itu salah. Karena bahan wool dan sutera yang putih dapat berubah kuning jika terkena sodium perborat. Demikian juga halnya yang terjadi pada beberapa jenis kain warna tertentu.

#3. Pemakaian Klorin Yang Salah.

Klorin pemutih (sodium hypochlorite) adalah zat pemutih alkanileoxidizing (bentuk oksidasi baru yang bersifat basa). Zat kimia ini tidak aman untuk pakaian yang terbuat dari sutera, wool, spandex atau serat nilon.

Klorin pemutih juga dapat menghilangkan warna dari beberapa jenis kain. Sangat dianjurkan melakukan tes ketahanan warna pakaian terlebih dahulu sebelum menggunakan zat pemutih ini.

#4. Pemakaian Zat Pelarut (Digester).

Untuk menghilangkan beberapa jenis noda yang membandel, misalnya susu, telur, darah atau noda protein lainnya, gunakan zal pelarut.

Zat ini membutuhkan waktu agak lama agar dapat bekerja dengan maksimal. Pertama, semprot seluruh area yang akan diberikan digester (nama zat kimia) dengan uap. Jagalah area tersebut agar tetap hangat dan lembab sekitar 15 menit. Setelah 15 menit, beri digester lagi untuk mempercepat proses penghilangan noda. Setelah noda hilang, semprot lagi area tersebut secara menyeluruh dengan uap atau air.

Zat pelarut (digester) perlu waktu agar dapat bekerja secara maksimal, lakukan dengan sabar dan tidak terburu-buru.

Sering kita melihat orang meneteskan suatu zat kimia penghilang noda langsung pada noda pakaian, kemudian memukulnya beberapa kali dengan sikat dan segera membilasnya dengan cara disemprot air. Padahal obat penghilang noda memerlukan waktu reaksi agar dapat membersihkan noda secara maksimal.

#5. Mengorek Dengan Spatula.

Tujuan Pemakaian dengan spatula adalah agar obat penghilang noda dapat mudah diserap oleh serat kain yang bernoda dan membantu memecah noda sehingga dapat dengan mudah disemprot keluar dari kain.

Tetapi yang sering kita lihat adalah sebaliknya. Petugas penghilang noda berusaha untuk mengorek noda agar bisa keluar dengan ujung runcing spatula.

Ini adalah cara pemakaian spatula yang salah karena dapat menyebabkan kerusakan pada kontruksi kain.

Teknik yang tepat adalah dengan memanfaatkan bagian spatula yang bulat (setengah lingkaran), yang memungkinkan untuk digunakan dengan jarak sekitar setengah inchi dari pusat titik noda. Cukup dengan sedikit tekanan.

#6. Prosedur Spotting Yang Salah.

Prosedur menghilangkan noda yang salah menjadi penyebab umum kegagalan proses penghilangan noda.

Noda dapat dikelompokkan ke dalam 7 atau 8 kategori. Setiap kategori mempunyai cara pemakaian obat penghilang noda yang berbeda. Jika salah langkah bisa mengakibatkan munculnya noda baru.

Setiap produsen yang memasok obat kimia penghilang noda, tentu menyertakan panduan untuk mempermudah spotter bekerja dengan cara yang benar dan maksimal. Namun pelatihan penghilangan noda yang terbaik adalah dengan cara formal, yaitu mengikuti kursus atau pelatihan.

Berinvestasilah dengan belajar tentang bagaimana menghilangkan noda yang benar sehingga dapat meningkatkan kualitas hasil kerja dan mengurangi keluhan konsumen.

#7. Kurang Memiliki Pengetahuan Dasar Tentang Zat Kimia.

Ada alasan mengapa formula tannin dapat efektif bekerja menghilangkan noda kopi dan formula protein dapat efekti menghilangkan noda darah.

Masing-masing obat penghilang noda memiliki pH. Jika obat penghilang noda dipakai dengan pH yang benar, maka dapat dipastikan akan berhasil menghilangkan noda. Namun jika pH-nya salah, maka noda bisa menjadi permanen dan sulit untuk dihilangkan.

Noda setiap jenis kain tidak dapat dihilangkan dengan menggunakan semua zat kimia yang terkandung dalam obat penghilang noda.

Zat kimia pada obat penghilang noda yang pH-nya basa, seperti formula protein, dapat mengubah sutra dan kain wool yang berwarna putih menjadi kekuning-kuningan.

Menggunakan minyak solvent untuk menghilangkan noda yang mengandung zat cair hanya akan memboroskan waktu.

Pemahaman yang salah tentang cara penghilangan noda akan menghasilkan penipisan noda dan pemborosan biaya saja.

#8. Penyebaran Noda Yang Tidak Perlu Terjadi.

Memukul-mukul (tamping) dengan sikat atau mengorek dengan spatula terlalu cepat, dapat menyebabkan noda menyebar dan menjadi sulit untuk dihilangkan.

Untuk mencegah penyebaran noda seperti noda cat, noda cat kuku dan sejenisnya, teteskan obat penghilang noda yang sesuan dan gosok-gosokkan secara lembut dengan menggunakan ujung handuk.

#9. Menggosok Dalam Keadaan Basah.

Sebuah goresan putih (seperti gorasan kapur) terjadi akibat adanya gesekan ketika pakaian digosok atau disikat dengan agresif dalam keadaan basah.

Pulukan dengan sikat yang terlalu keras, cara memegang sikat yang tidak benar atau cara penggunaan spatula yang salah dapat menyebabkan timbulnya noda bekas gesekan semacam ini.

Jangan gunakan spatula untuk mengorek noda agar keluar dari kain. Kurangi jumlah tekanan pada kain. Menggosok atau menekan secara berlebihan akan menyebabkan terjadinya noda gesekan.

Pakaian yang telah dihilangkan nodanya dengan obat penghilang noda yang mengandung air, bisa langsung dicuci dengan dry cleaning setelah kandungan air bekas spotting pada pakaian diperkirakan cukup kering.

Permasalahan Umum Pada Proses Pencucian Pakaian

Berikut ini permasalahan umum yang sering kita jumpai pada saat melakukan proses pencucian dari berbagai jenis bahan pakaian.

#1. Pencucian Kain Sutera

Pada beberapa blus bahan sutera, terlihat kerutan penyimpangan bahan yang umumnya terjadi di bagian ketiak dan lengan bahu atas. Kerusakan tetap terjadi walaupun sudah diperbaiki.

Mengapa?

Kerusakan tersebut terjadi karena tekanan dan tarikan pada bahan yang dapat mengakibatkan konstruksi serat benang bergeser sehingga menimbulkan riak-riak atau kerutan-kerutan pada permukaan bahan.

Jenis kerusakan ini biasanya terjadi pada bagian ketiak, bahu, pinggang dan punggung bagian atas. Seringnya kerusakan ini tampak ketika diperiksa dengan teliti.

Ketika dicuci, kerutan-kerutan baru seringkali muncul. Hasil tes yang dilakukan pada bahan yang ringan (sutera atau polyester), menunjukkan bahwa mudahnya terjadi pergeseran pada serat benang akan mengurangi tekanan serat benang tersebut. Jadi bahan kain memiliki ketahanan terbatas untuk kembali normal seperti kondisi semula.

Demikian artikel Cara Menghilangkan Berbagai Jenis Noda Pakaian (Bisnis Laundry : Bag 4).

Selanjutnya :

admin

Fulltime blogger, ingin menjadi netpreneur sejati & mengelola bisnis secara online agar bisa meningkatkan quality time bersama keluarga.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.